Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu Taman Nasional Model di Indonesia dengan icon wisata alam dan jasa lingkungan. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki pesona alam yang tak tertandingi keindahannya.
Sejarah letusan Selama abad ke-20, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2004.Sejarah letusan Bromo: 2004, 2000, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.
- Gua/Gunung Widodaren
Gunung/gua Widodaren ini letaknya disebelah Gunung Batok dan merupakan potensi obyek wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri. Salah satu daya tarik obyek ini adalah bahwa lokasi ini merupakan tempat keramat berupa gua dan sumber air suci.
- Gunung Batok
Gunung Batok terletak di sebelah Gn. Bromo dan menjadi pemandangan yang menyatu dengan Gn Bromo. Daya tarik utama adalah gunung ini merupakan habitat edelweiss.
-Gunung Penanjakan
Puncak G. Penanjakan merupakan tempat yang tertinggi bila dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya d
i Komplek Pegunungan Tengger. Keindahan alam di bagian bawah seperti panorama laut pasir dengan komplek Gunung Bromo Dsk. yang dilatarbelakangi G. Semeru dapat dilihat di lokasi ini. Dari puncak Penanjakan ini dapat disaksikan/dinikmati pula indahnya matahari terbit di ufuk timur berwarna kekuning-kuningan muncul dari balik perbukitan
Obyek Wisata Alam yang Sedang Berkembang/Dikembangkan di TN.BTS
1. Coban Trisula
Coban Trisula merupakan air terjun yang berada di blok Kalilajing, Seksi Konservasi Wilayah III. Keunikan dari Coban Trisula adalah air terjun yang memiliki 3 (tiga) anak air terjun, yaitu Coban Atas (air terjun pertama dari curahan sungai/kali Lajing); dibawahnya berupa Coban Tengah (air terjun kedua yang bersumber dari aliran air terjun pertama, di bawahnya terdapat kolam), dan Coban Bawah (air terjun ketiga,bersumber dari aliran Coban Tengah). Selain air terjun, di dalam kawasan Coban Trisula juga terdapat obyek - obyek
2. Gua Widodaren
Gua Widodaren merupakan salah satu tempat penting dalam ritual masyarakat Tengger . Menurut kepercayaan masyarakat Tengger air dari sumber tersebut merupakan air suci yang mutlak diperlukan bagi peribadatan mereka, sebagai contoh adalah upacara pengambilan air suci dari Gua Widodaren (Medhak Tirta) yang dilakukan sebelum Upacara Kasada.
3. Sumur Pitu/Gua Lava
Sumur lava ini berada di tengah Kaldera Tengger tepatnya di laut pasir Blok Kutho, dari kejauhan tampak seperti tumpukan bata bekas kerajaan. Masyarakat setempat menamakan sumur/gua lava ini sebagai Sumur Pitu. Sumur Pitu/Gua Lava ini terbentuk dari proses geo vulkanik yang merupakan proses dari letusan Gunung Bromo.
4. Pura/Padanyangan Rondo Kuning
Pure ini dibangun pada tahun 1996 dan direhabilitasi tahun 2001 oleh Penggelola Pura Mandara Giri Semeru Agung - Senduro bersama-sama dengan umat Hindu di Ranupani. Pure ini merupakan salah satu lokasi rangkaian upacara ritual Hindu di Ranu Pani berbeda dengan rangkaian upacara di Gunung Bromo, namun pada upacara besar (Kasada) salah satu lokasi pengambilan air suci adalah Ranu Pani.
5. Prasasti Ranu Kumbolo
Prasasti ini terletak di tepi danau Ranu Kumbolo. Diduga prasasti ini masih terkait dengan peninggalan Kerajaan Majapahit, yang menceritakan perjalanan Mpu Kameswara untuk mencapai kesucian atau kesempurnaan diri.
6. Prasasti Arcopodo
Arcopodo/Recopodo terletak diantara Kalimati dan Gunung Semeru. Di tempat ini terdapat dua buah arca kembar yang dalam bahasa Jawa dinamakan arco podo/reco podo.
7. Pure Ngadas
Desa Ngadas merupakan enclave TN.BTS. Penduduk asli Ngadas adalah suku Tengger yang mayoritas memeluk agama Hindu. Salah satu tempat peribadatan masyarakat Tengger di Ngadas adalah Pure Ngadas.
8. Vihara Ngadas
Selain agama Hindu masyarakat Ngadas juga banyak yang menganut agama lain, salah satu agama yang dianut masyarakat setempat adalah agama Budha dengan aliran Budha Kejawen. Vihara ini merupakan tempat beribadah penganut Budha di Ngadas. Di malam hari dapat didengar lagu pujian terhadap sang Budha .
9. Menanam Pohon di Arboretum
Kegiatan ini dapat dilakukan di blok hutan Pusung Bingung dan Gunung Gending yang berada disekitar Ranu Pani dan Regulo yang akan dijadikan sebagai lokasi arboretum. Selain bertujuan untuk rekreasi dan bina cinta alam. Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk membantu program rehabilitasi kawasan. yang konon memiliki cerita atau legenda terkait seorang tokoh. Dengan dibukanya Coban Trisula sebagai obyek wisata baru di TN.BTS, telah banyak wisatawan yang berkunjung di kawasan tersebut ( dengan retribusi tiket masuk tersendiri).
c. Danau Ranu Pani - Regulo
Ranu Pani (1 Ha) dan Ranu Regulo (0,75 Ha) merupakan dua dari empat danau yang terdapat di TN-BTS. Fasilitas yang tersedia di Ranu Pani-Regulo antara lain Pondok Pendaki, Pondok Jaga, Pusat Informasi, Pondok Peneliti, MCK, dan Camping Ground. Sejak tahun 2000 obyek ini telah dilengkapi dengan sarana prasarana pengunjung, seperti guest house, visitor center, dermaga, arboretum. Kawasan ini menjadi tempat singgah pendaki sebelum mendaki Gn. Semeru. Saat ini, kawasan Ranu Pani Ranu Regulo juga telah diminati para wisatawan yang sekedar berwisata menikamti panorama danau atau memancing, serta banyak dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian, praktek lapang atau praktikum bagi perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur.
d. Ranu Darungan
Danau/Ranu Darungan mempunyai luas sekitar 0,5 Ha, terletak pada ketinggian diatas 750 m dari permukaan laut. Daya tarik Ranu Darungan terutama adalah kekhasan alam yaitu adanya hutan di sekitar danau yang relatif masih terjaga kondisinya. Di Ranu Darungan pengunjung bisa menikmati suasana alam yang tenang dan dapat menyaksikan keanekaragaman flora fauna, termasuk satwa liar yang hidup bebas. Saat ini kawasan Darungan banyak dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian (anggrek, dan flora lainnya), praktek lapang atau praktikum bagi perguruan tinggi yang ada sekitar TN.BTS.
Obyek Wisata Alam yang Belum Berkembang
a. Hutan alam (Ledok Malang - Ireng-ireng)
Hutan di sepanjang jalur Ledok Malang - Ireng-ireng merupakan hutan alam tropis yang didominasi oleh tumbuhan sepat, suren, rotan, lianan, piji, bambu, pisang. satwa liar yang dapat dijumpai di blok tersebut adalah jenis burung, macan tutul, babi hutan, rusa, lutung. Sedangkan di Hutan alam sepanjang jalur pendakian (Ranu Pani - Watu Rejeng - Ranu Kumbolo) didominasi oleh tumbuhan sepat, suren, rotan, liana, piji, cemara, senduro, anggrek dan edelweiss.
b. Blok Adasan
Blok adasan terletak di laut pasir sebelah tenggara ke arah Jemplang. Dinamakan adasan karena merupakan habitat dari adas (Foeniculum vulgare). Hal yang unik dari blok ini adalah proses suksesi dari tumbuhan adas. Di musim kemarau tumbuhan ini sengaja dibakar oleh masyarakat agar muncul permudaan (trubusan) yang lebih baik di musim penghujan. Selain itu penyebarannya berpindah-pindah menurut arah angin yang menyebarkan bijinya.
c. Hutan Pananjakan - Dingklik
Hutan di Blok Pananjakan - Dingklik merupakan hutan campuran yang didominasi cemara dan akasia decuren, dan tumbuhan daun lebar lainnya. Blok ini merupakan habitat ayam hutan. Selain itu juga terdapat sumber air yang sangat penting bagi masyarakat sekita.
2. POTENSI OBYEK WISATA BUDAYA
1. Pure Agung Poten
Pura Agung Poten yang berada di tengeh-tengah Lautan pasir ini merupakan salah satu pusat peribadatan umat Hindu Tengger.
2. Gua Widodaren
Gua Widodaren merupakan salah satu tempat penting dalam ritual masyarakat Tengger . Menurut kepercayaan masyarakat Tengger air dari sumber tersebut merupakan air suci yang mutlak diperlukan bagi peribadatan mereka, sebagai contoh adalah upacara pengambilan air suci dari Gua Widodaren (Medhak Tirta) yang dilakukan sebelum Upacara Kasada.
4. Pura/Padanyangan Rondo Kuning
Pure ini dibangun pada tahun 1996 dan direhabilitasi tahun 2001 oleh Penggelola Pura Mandara Giri Semeru Agung - Senduro bersama-sama dengan umat Hindu di Ranupani. Pure ini merupakan salah satu lokasi rangkaian upacara ritual Hindu di Ranu Pani berbeda dengan rangkaian upacara di Gunung Bromo, namun pada upacara besar (Kasada) salah satu lokasi pengambilan air suci adalah Ranu Pani.
7. Pure Ngadas
Desa Ngadas merupakan enclave TN.BTS. Penduduk asli Ngadas adalah suku Tengger yang mayoritas memeluk agama Hindu. Salah satu tempat peribadatan masyarakat Tengger di Ngadas adalah Pure Ngadas.
8. Vihara Ngadas
Selain agama Hindu masyarakat Ngadas juga banyak yang menganut agama lain, salah satu agama yang dianut masyarakat setempat adalah agama Budha dengan aliran Budha Kejawen. Vihara ini merupakan tempat beribadah penganut Budha di Ngadas. Di malam hari dapat didengar lagu pujian terhadap sang Budha .http://www.geocities.com/edisuharto@ymail.com/tengger.swf










